Randal Butar-butar: Jawara Asli Sumatera Utara yang Sekarang Bisa Teleportasi


Randal lahir dan besar di Medan, Sumatera Utara. Penganut Kristen Protestan yang taat. Sejak kecil Randal sangat menyukai hal-hal mistis dan gaib. Namun karena ayahnya adalah seorang pendeta yang logis, ia sering dimarahi bila membahas hal itu.

Hingga remaja, Randal menjalani hidup biasa-biasa saja, sampai di usia 17 saat dia hampir lulus SMA, ayahnya ditangkap karena dituduh membunuh hewan ternak milik pengusaha bernama Jordan. Ayahnya, Ferdinand, dituduh sebagai orang bayaran dari cukong saingan Jordan bernama Samuel.

Nahasnya, dua hari setelah ditangkap, Samuel menghilang dan jenazahnya ditemukan seminggu setelahnya di sebuah kebun kelapa sawit, diduga bunuh diri. Ferdinand pun divonis 10 tahun penjara.

Mendengar penjelasan dari berbagai sumber, Randal tak percaya ayahnya melakukan kejahatan yang dituduhkan. Ia lantas melacak sendiri ke peternakan Jordan dengan melamar sebagai pemerah susu dan menyamarkan namanya.



Pada suatu malam, Randal tak sengaja diajak minum-minum oleh beberapa orang yang salah satunya adalah tangan kanan Jordan. Di tengah mabuk, si tangan kanan, Hadius, bercerita soal konspirasi bosnya.

Ternyata, Jordan melakukan persekongkolan dengan satu organisasi mafia bawah tanah berskala nasional. Jordan memfitnah dan menghabisi Samuel karena merasa usahanya tersaingi. Ia menjadikan Ferdinand tumbal karena Samuel sering datang ke khotbahnya dan keduanya memang akrab dalam hal kerohanian.

Randal pun geram begitu mengetahui hal sebenarnya. Ia lantas pulang malam itu dengan amarah memuncak dan esok-esoknya tak kembali lagi. Lulus SMA, Randal nekat belajar ilmu bela diri Mossak dari murid sahabat kakeknya.

Rupanya Randal punya potensi di bidang kebatinan selama belajar Mossak. Minatnya kepada hal-hal gaib dan supranatural pun muncul lagi. Keberhasilannya melawan ketakutan saat menelusuri tempat-tempat paling angker di daerahnya, membuat mental Randal bertambah kuat dan ia semakin berani dalam menghadapi orang-orang jahat. Motivasi utamanya adalah membumihanguskan peternakan Jordan.

Tiga tahun belajar Mossak sambil melawan ketakutan di tempat angker dan mempelajari teori mistis, Randal yang bekerja membantu warung makan ibunya mendapati peternakan Jordan sudah makin maju dan punya jaringan dengan pemerintah provinsi.

Randal tak peduli, dia pikir lebih baik mati daripada melihat orang yang menyakiti ayahnya hidup makmur terus.

Menuju ke peternakan, Randal pun melancarkan aksinya.

Satu persatu pengawal Jordan dan orang-orang dari organisasi mafia dilumpuhkan. Senjata api pun bisa dilawan Randal. Peternakan Jordan dibakar dan dihanguskan. Hewan ternak ia biarkan kabur. Sayangnya, Jordan kabur. Randal pun angkat kaki ketika petugas datang. Beruntung ia menutup wajahnya sehingga para pekerja tak tahu siapa pelakunya.

Beberapa minggu kemudian Randal masih melacak jejak Jordan sampai suatu waktu, langkahnya terhenti karena dicegat beberapa pria berseragam tak lazim. Randal melawan mereka tapi ia dikalahkan teknologi. Para pria ini lalu membawa Randal ke suatu tempat. Rupanya saat Randal menyerbu peternakan Jordan, beberapa pria ini sedang mengawasi gerak-gerik organisasi mafia dan mengikuti jejak Randal.

Para pria yang mengaku bekerja di bawah pemerintah ini menjanjikan bahwa mereka akan memberitahu lokasi Jordan bila Randal mau menjalin kontrak untuk bekerja sama dengan mereka. Randal setuju dan mereka memberi Randal sebuah mantel hitam pekat.

Mantel tersebut bisa membuat Randal berteleportasi 100 meter sekali. Sehingga tak harus khawatir kalau Jordan kabur lagi.

Namun konsekuensinya, Randal harus berada dalam kegelapan selama beberapa detik untuk menembus ruang dan waktu selama ia teleportasi. Lebih buruknya, ia melihat hal-hal tak kasat mata. Randal tak mempermasalahkan.

Randal mengaku kepada para pria ini bahwa ia sudah berlatih dalam ketakutan dan kegelapan selama tiga tahun. Para pria dari organisasi pemerintah ini terkejut senang, karena bukan sekadar kebetulan mereka memilih Randal.

Para pria ini memberitahu keberadaan Jordan. Randal tak pikir panjang minta diantar ke sana.

Setiba di tempat persembunyian Jordan, rupanya Randal harus melawan orang-orang dari organisasi mafia yang lebih kuat. Sayangnya ia masih belum menguasai mantel barunya.

Kegelapan di dalamnya sangat pekat hingga ia terpental kembali ke tempat asal. Beberapa kali juga Randal menabrak sosok tak kasat mata yang membuatnya gagal berpindah tempat.

Beruntung para pria berseragam ikut membantu. Randal pun terkejut saat mengetahui kedua pihak saling bunuh.

Para pria berseragam lebih unggul, Jordan gemetaran dan berusaha kabur dengan mobil. Randal mencoba lagi berteleportasi dan berhasil berkat tekad kuatnya. Randal pun muncul di atas mobil Jordan. Ia langsung menghentikan upaya kabur itu dan sukses melumpuhkan Jordan.

Para pria berseragam ini meminta Randal untuk merahasiakan aksi mereka kepada publik. Randal menepati janjinya untuk menjadi bagian dari mereka dan mulai menjalin kontrak.

Randal akhirnya berhasil membuat ayahnya bebas berkat peran organisasi tersebut. Ia kini memiliki gelar khusus di bawah perlindungan organisasi Singadwirya sebagai anggota Jawara Tanah Indonesia.

(Hak cipta milik Riantrie @rulyriant)

#pabrikjagoanorigins

Komentar